Langkah Extract/Menggabungkan File ber-PART | Langkah Resume Download dengan Idm
Langkah Download | Via Datafilehost | Via Firedrive | Via Shared | Via Solidfiles | Via 1fichier | Via Filecloud | Via Tusfiles
Showing posts with label Elektronic. Show all posts
Showing posts with label Elektronic. Show all posts

Tuesday, August 28, 2012

Membuat Voltage Stabilizer untuk Mobil / Motor


Di toko aksesoris mobil ada alat yang dapat membuat tegangan listrik pada sistem kelistrikan mobil menjadi stabil dan lebih baik. Alat itu sering disebut Voltage Stabilizer. Ada beberapa merek terkenal seperti Pivot, HKS, dan sebagainya dengan bandrol harga yang cukup mahal.
Umumnya mereka mengklaim dapat meningkatkan performa kendaraan (power dan torsi bertambah), lampu menjadi lebih terang, memperbaiki kualitas sound system, memperpanjang usia accu, hingga dapat menghemat bahan bakar.
Untuk membuktikan itu semua perlu pengujian khusus, dengan membandingkan beberapa produk dari beberapa merek, dilakukan dengan dynotest hingga uji jalan dengan rute dan kondisi lalu lintas yang sama, bila perlu di dalam suatu track khusus. Pada artikel ini, saya tidak membahas pembuktian performa alat tersebut, tetapi untuk sharing Bikin Sendiri Voltage Stabilizer.
Membuat Voltage Stabilizer
Skema Voltage Stabilizer :

Komponen yang digunakan:
  • 4 x 3.300uF / 16volt
  • 4 x 4.700uF / 16volt
  • 5 x 1.000uF / 16volt
  • 8 x 4.7uF / 16volt
  • 1 x 10nF
  • 1 x LED
  • 1 x Resistor 1K ohm
  • PCB Universal
  • Terminal ring 2 set
  • Kabel-kabel
Pinsip Kerja Voltage Stabilizer :
Rangkaian ini bekerja sebagai peredam noise voltage, dimana setiap besaran kelompok capacitor meredam noise yang berbeda-beda. Itu sebabnya digunakan beberapa kelompok capacitor dengan besaran yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai Capacitance nya, maka semakin tinggi frequency yang akan diredam dari sistem kelistrikan yang terpasang Voltage Stabilizer ini.
Umumnya cacat / noise voltage itu muncul dari Alternator/generator/magneto dan Sistem pengapian (CDI, dsb), ini yang perlu diperbaiki agar kualitas listriknya menjadi baik.
Voltage Stabilizer berbeda fungsi dengan Capacitor Bank yang biasa digunakan untuk Sistem Audio Mobil, Capacitor Bank berfungsi untuk memperdekat sumber tegangan (accu) supaya tidak drop saat terjadi kejutan daya yang besar secara tiba-tiba dari sound system. (akibat kabel telat menyalurkan daya dari accu).
Ini layout komponen pada PCB tampak atas


Ini Diagram PCB tampak belakang.
Jika menggunakan PCB universal, gunakan kawat yang cukup tebal untuk menyambung kaki antar komponen.

PCB Universal yang  digunakan:

Karena PCB Universal yang saya gunakan adalah PCB untuk komponen kecil (seperti IC), maka lubang-lubang yang ada harus diperbesar agar capacitor mudah dipasang.

Gunakan bor PCB untuk memperbesar lubang yang akan dipasang Capacitor.



Mulai dengan penyolderan komponen.




Pemasangan komponen dan kawat penyambung sudah selesai.


Komponen yang sudah terpasang, tampak atas.


Penambahan kawat ring untuk pemasangan Terminal kabel.






Terminal ring dipasang pada kabel tebal.






Rangkaian Voltage Stabilizer sudah jadi.



Pasangkan casing agar tampak bagus dan rapih.



UJI COBA
Tampak unit sedang akan diuji coba.



Cara Pemasangan pada Kendaraan (mobil/motor), langsung di paralel dengan Accu.


KESIMPULAN:
  • Voltage Stabilizer mampu meredam duri tegangan (spike) yang biasanya ‘noise’ tersebut dihasilkan oleh Alternator maupun sistem pengapian.
  • Sebenarnya pada setiap ECU (engine control unit) di mesin injection, sudah ada rangkaian Voltage Stabilizer atau peredam Noise tegangan untuk mengamankan sistem ECU itu sendiri, jadi pemasangan Voltage Stabilizer ini tidak banyak pengaruhnya kepada ECU.
  • Voltage Stabilizer mampu meredam noise tegangan yang mengganggu Sistem Audio, seperti bunyi storing, denging, dsb.

Sunday, August 26, 2012

MCB biar gak njeglek/Turun

Kenapa sih MCB bisa nge-trip padahal saya kan cuma nyalain notebook atau PC yang dayanya kecil? Apakah ini disebabkan oleh grounding yg buruk?

Peralatan elektronika modern seperti notebook dan PC biasanya menggunakan power supply yang dilengkapi dengan Capacitor untuk men-stabilkan tegangan output. Makin besar nilai capacitornya, makin stabil output tegangannya, sehingga komputer tidak gampang restart/hang saat sedang menjalankan aplikasi berat.

Saat pertama kali dinyalakan, capacitor berusaha untuk mengisi dirinya secepat mungkin (dalam hitungan hanya beberapa milidetik!), dan resistansi rangkaian turun drastis sampai mendekati nol sehingga seolah-olah terjadi konslet/hubung-singkat. Menurut rumus fisika yang kita pelajari di SMP/SMA/SMK, besarnya arus yg mengalir adalah sama dengan tegangan jaringan listrik dibagi dengan resistansi rangkaian. Saat capacitor sedang mengisi muatan, resistansi yg tersisa hanyalah dari kabel jaringan. Seandainya kabel tersebut memiliki resistansi 1 ohm, maka arus yg mengalir bisa mencapai [220volt dibagi 1 ohm] = 220 Ampere! Lebih dari cukup untuk men-trigger mcb yg ada di rumah. Arus yg sangat besar ini disebut Inrush Current (atau Power Surge).

Selain kapasitor, komponen lain yg ikut-ikutan menjadi biang kerok adalah Transformer (trafo). Saat pertama kali dinyalakan, trafo akan menarik arus yg besar sampai flux magnet yg ada di dalamnya stabil. Itu sebabnya kadang-kadang kita melihat kalau cahaya lampu agak meredup sesaat ketika kita menyalakan TV/monitor CRT atau Power Amplifier berdaya besar.Inrush Current adalah lonjakan arus yg sangat tinggi saat pertama kali psu di hidupkan hal ini terjadi karena proses pengisian capasitor yg terdapat pd psu tsb. Lonjakan arus bervariasi tergantung pada aplikasi dan protection circuit. besarnya inrush current sekitar puluhan kali dari besar arus input dan durasi terjadinya inrush current maksimal sekitar 5ms (milli second)




beberapa daftar psu dengan inrush currentnya 



Berikut ini daftar peralatan listrik yg sering menimbulkan Inrush Current :

* Lampu tungsten
* Lampu TL 
* Trafo
* PSU (misalnya yg ada di PC atau TV atau Amli Hi-Fi)
* Electric motor (termasuk juga pompa air, AC, kulkas, kipas)
* CRT di monitor/TV tabung (terutama yg memakai degauss)


Apakah Inrush Current itu bisa merusak peralatan elektronik?
Bisa saja.

Contoh gampangnya adalah lampu/bohlam. Biasanya mereka lebih sering putus/mati/rusak saat kita baru saja menekan saklar untuk menyalakan lampu. Jarang kejadian ada lampu tiba-tiba putus saat sudah menyala beberapa menit (kecuali gara-gara ada lonjakan tegangan karena petir atau sebab lain). Saat baru dinyalakan, lampu memiliki resistansi yang rendah sehingga arus yang mengalir sangat besar - ini yang menyebabkan filamen sering putus. Setelah filamennya memanas dan resistansinya meningkat, barulah arusnya turun mendekati nilai nominal daya lampu tersebut.

Untuk peralatan lain, yang paling sering rusak pertama kali adalah Fuse/sekring, terutama yang ada di stabilizer/UPS yang terhubung dengan peralatan tersebut. Yang kedua adalah Bridge Rectifier (dioda penyearah) yang harus meng-handle arus yg melebihi batas toleransinya (terutama di power-Amp yang memiliki kapasitor waduk ukuran raksasa). Yang ketiga adalah kapasitornya sendiri, bila terlalu sering menarik arus yang melebihi batas ripple yang diperbolehkan oleh pabrik, maka lama-lama akan hamil (ehm... maksudnya rusak). Kumparan dalam pompa air atau motor listrik bisa terbakar bila arusnya terlalu besar. Walaupun jarang terjadi, trafo pun bisa mengalami kerusakan akibat inrush current (biasanya akan mulai berdengung bila chassis dan kumparannya tidak kuat menahan magnetic stress).


Bagaimana cara menahan Inrush Current ini? Saya dengar kita bisa memakai peralatan yang disebut Softstarter/Inverator untuk keperluan ini, apa benar?

Benar sekali.

Ada beberapa cara untuk mengimplementasikan soft-starting :
1. Menggunakan Triac untuk mengontrol duty-cycle (mirip dengan cara kerja dimmer)
2. Menggunakan beban yang dipasang secara seri dengan peralatan elektronik tersebut.
3. Menggunakan komponen pembatas arus seperti resistor/thermistor

Cara 1 dan 2 biasanya dipakai untuk elektro-motor. Untuk komputer, kita biasanya memakai cara yang ketiga. Cara pertama tidak bisa dipakai di komputer karena TRIAC akan merusak bentuk gelombang sinus dari tegangan listrik yang masuk ke komputer, sehingga menimbulkan noise. Cara kedua juga tidak bisa dipakai karena banyak PSU yang menolak untuk bekerja bila tegangannya tidak mencukupi.

Di pasaran, kita bisa menemukan inverator/sofstarter abal-abal yang hanya berisi sepasang resistor 22 ohm 10 watt dalam formasi parallel. Secara teori, inverator model ini cuma bisa digunakan untuk peralatan elektronik yang pemakaian dayanya 300 watt kebawah (misalnya TV, pompa air dan laptop). Disipasi daya pada resistornya hanya berkisar 10-20 watt, masih dalam batas toleransi.

Softstarter abal-abal,


another softstarter,

Beli softstarter dapet batu bata? 


Masalah muncul bila kita mencoba menggunakan sofstarter abal-abal ini pada komputer kelas enthusiast yang konsumsi dayanya sangat tinggi, katakanlah di atas 600 watt. Resistor akan mendisipasikan daya terlalu besar (100 watt atau lebih), sehingga dalam beberapa detik akan tercium bau hangus yang biasanya diikuti dengan terputusnya arus listrik ke PSU.


Kalau begitu rig saya yang memakai PSU 750 watt gak bisa pake inverator abal-abal dong. Apakah ada rangkaian softstarter yang bisa dipakai untuk rig saya?

Ada.

Di internet tersedia beragam rangkaian softstarter, mulai dari yang sederhana (dengan hanya menggunakan 1 thermistor dan tak ada komponen tambahan) sampai yang agak rumit (dengan trafo dan relai)WARNING:

Artikel ini membahas tentang rangkaian yang terhubung langsung dengan jaringan listrik, dan kontak fisik dengan rangkaian dapat berakibat kematian atau cedera serius. Kesalahan desain dan kecerobohan dalam proses perakitan juga dapat menyebabkan kebakaran atau kerusakan pada peralatan elektronik. Dengan membaca artikel ini, berarti Anda bersedia menanggung sendiri segala resiko yg mungkin timbul dari penggunaan artikel ini, dan melepaskan Thread Starter dan Forum KASKUS dari segala tuntutan hukum.

1. Assumption, Requirement & Limitation

Softstarter yang kita buat dalam proyek ini dirancang untuk bekerja pada tegangan jala-jala 220 volt 50 Hz, untuk jaringan listrik residensial/bisnis yang menggunakan Mini Circuit Breaker tipe C. Softstarter ini dirancang untuk digunakan pada peralatan elektronik yang menggunakan PSU (misalnya komputer, televisi, amplifier, stereo-set, dll), dan tidak dirancang untuk beban induktif (misalnya AC, pompa listrik, mesin bor, dll).

Softstarter dirancang untuk menahan arus listrik selama 1 - 3 detik, dengan arus puncak sebesar 500% dari arus nominal yang tertera di MCB. Setelah itu, resistor pembatas arus akan di-bypass oleh relai sehingga tidak akan terjadi pemborosan daya berlebih pada resistor. Softstarter hanya boleh digunakan sesuai dengan ratingnya, misal :
- Softstarter 2200VA tidak boleh digunakan pada jaringan yg menggunakan mcb 450VA.
- Softstarter 450VA tidak boleh digunakan untuk PSU 700 watt.

1 sofstarter hanya boleh dipakai untuk 1 peralatan listrik (atau 1 group peralatan listrik yg dinyalakan berbarengan). Penggunaan softstarter untuk satu group peralatan listrik yang tidak dinyalakan berbarengan (selisih waktu lebih dari 1 detik) akan mengakibatkan kegagalan kerja softstarter (MCB akan nge-trip). Pada saat Anda menyalakan/mematikan komputer, sebaiknya pencet saklar di softstarter saja, jangan pencet saklar yang ada di stabilizer ataupun casing CPU.


2. Schematic

Di internet tersedia beragam rangkaian softstarter, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan :

1. Simple softstarter with Power Resistor : murah tapi cuma untuk daya kecil
2. Simple softstarter with Thermistor/NTC resistor : compact tapi panasss
3. Softstarter with Triac : compact tapi menimbulkan noise pada gelombang listrik.
4. Softstarter with Relay (without trafo) : ringan dan bisa menangani arus besar, tapi tidak cocok untuk yg baru belajar nyolder (resiko kesetrum cukup besar)
5. Softstarter with Relay (with trafo) : berat tapi bisa menangani arus besar.

Di sini kita akan menggunakan rangkaian softstarter standard yg menggunakan resistor daya, relai dan trafo sebagai sumber arusnya.

Spoiler for schematic




CARA KERJA RANGKAIAN :

Spoiler for moduls_explanation


Softstarter ini dibangun dari beberapa modul dasar, yaitu :

1. Power supply

Terdiri dari sebuah Trafo stepdown 220 to 12 volt (yg kita ambil tap 9voltnya), dioda penyearah, dan kapasitor filter. Bila tidak punya trafo 300mA, boleh diganti dengan rating arus yang lebih tinggi (misalnya 500 mA). Trafo digunakan untuk menurunkan tegangan jala-jala (PLN) dari 220volt AC ke 9volt AC. Tegangan 9volt AC ini kemudian diubah jadi tegangan DC oleh dioda penyearah. Bila menggunakan trafo non-CT (gambar nomor 1), penyearahan full-wave dilakukan oleh 4 buah dioda yg dikonfigurasikan dalam bentuk bridge (atau bisa juga beli bridge yg sudah jadi). Sedangkan bila menggunakan trafo CT/Center-Tap (gambar nomor 2), kita cukup pasang 2 dioda saja untuk penyearahan full wave ini. Dengan penyearahan full-wave, tegangan 9volt dari trafo akan dinaikkan menjadi 1,4 kalinya hingga mendekati 12,7 volt. Tegangan ini kemudian diratakan oleh Elco1 yang berkapasitas 470 mikroFarad. Untuk Elco ini boleh saja menggunakan rating 25 volt, tapi saya menyarankan untuk menggunakan Elco dengan rating 50 volt agar tidak cepat kepanasan akibat arus ripple yg cukup besar. Output dari bagian power supply ini (lingkaran warna merah dan warna hitam) dihubungkan ke bagian selanjutnya, yaitu timer. Kapasitas Elconya sendiri boleh diganti dengan yang sedikit lebih besar (misalnya 680uF), tapi JANGAN diganti dengan yang kapasitasnya terlalu besar (misalnya 4700 uF atau 10000 uF) karena ini akan menyebabkan relai tidak bisa off dengan cepat saat terjadi pemutusan arus listrik dari jaringan (misalnya ada pemadaman singkat yang cuma berlangsung 2 detik). Bila Relai masih dalam kondisi on saat listrik padam sesaat, softstarter akan gagal menahan inrush current pada saat listriknya hidup kembali karena seluruh arus listrik tidak lagi melewati resistor pembatas arus (R4).

2. Timer

Terdiri dari sebuah Resistor 100K 0.5 watt, Trimpot 1M, dan Elco 220 mikroFarad. Saat softstarter dihidupkan, trafo akan mengisi muatan Elco1 terlebih dahulu (Elco2 yang terhalang oleh resistor R1 dan R2 tidak mendapatkan cukup arus untuk mengisi muatan dengan normal). Setelah Elco1 penuh, barulah Elco2 mengisi muatan melalui R1 dan R2 sampai mencapai tegangan yang cukup untuk men-trigger SCR. Dengan nilai komponen yg diberikan, waktu tunda bisa diatur dalam kisaran 1-3 detik. Waktu tunda tidak begitu akurat karena umumnya kapasitor elektrolit memiliki nilai toleransi yg terlalu besar (sekitar 20%) dari kapasitasnya, jadi dalam prakteknya kita masih harus men-tuning trimpotnya untuk mendapatkan waktu tunda yang diinginkan. Waktu tunda bisa diperbesar dengan menambah kapasitas Elco; misalnya dari 220 uF menjadi 470 uF maka waktu tunda akan menjadi dua kali lipatnya. Bila resistor 100K atau Trimpot 1M tidak ditemukan di toko, boleh diganti dengan resistor/trimpot lain yang nilainya cukup mendekati (misalnya resistor 120K dan trimpot 750K). Untuk elco2 di bagian timer ini tidak perlu rating tegangan yang tinggi, cukup pakai Elco 16 volt saja. Silakan bereksperimen untuk mendapatkan waktu tunda yang ideal.


3. Driver

Terdiri dari sebuah resistor pelindung gate dan sebuah SCR/Thyristor untuk menggerakkan relai. SCR di sini berfungsi sebagai switch/saklar, yg sekali dinyalakan akan terus menyala sampai listriknya diputus total. Sebenarnya bisa saja kita mengganti SCR dengan transistor/mosfet, namun jadi tidak efisien karena base dari transistor harus selalu diberi arus listrik untuk membuatnya saturated (SCR cukup di-trigger sekali dan setelah itu SCR akan tetap ON walaupun arusnya diputus dari gate). Selain itu SCR juga bisa dianggap memiliki resistansi mendekati nol sehingga tidak perlu memasang heatsink/pendingin untuk arus yg kecil (typical relai hanya makan arus sekitar 60 mA). Bila SCR tipe TIC106D atau C106 tidak ditemukan, kita bisa menggantinya dengan SCR tipe apa saja (karena SCR sifatnya lebih universal, berbeda dengan transistor yg mesti ditentukan tipenya NPN atau PNP). Contoh alternatif SCR misalnya BRX 48, BRX 49, BT 151. Untuk resistor pelindung gate boleh diganti dengan yang nilainya agak mirip, misalnya 4k7 atau 6k8. Nilai resistor ini juga sebaiknya disesuaikan dengan arus minimum untuk men-trigger SCR (bisa dilihat di datasheet masing-masing SCR). Satu hal yang perlu diperhatikan mengenai SCR adalah komponen ini sangat sensitif terhadap listrik statis, jadi saat Anda membeli SCR ini sebaiknya langsung masukkan ke dalam kantong plastik anti static (seperti yg dipakai untuk membungkus motherboard dan harddisk). Saat Anda hendak memegangnya, buang dahulu listrik statis di tubuh Anda dengan cara menyentuhkan kulit kaki Anda ke lantai (jangan ke permadani/karpet!), atau dengan memegang metal part yang terhubung dengan ground di rumah Anda. SCR memiliki 3 kaki, yaitu gate, Anoda dan Katoda. Kaki anoda dihubungkan ke relai, sedangkan katodanya disambungkan ke ground (lihat lingkaran kecil berwarna hijau dan hitam).

4. Relay

Terdiri dari relai DC dengan coil 12 volt dan dioda pelindung yang dipasang parallel (tapi berlawanan arah) dengan coil tersebut untuk melindungi komponen lain dari induksi tegangan yg muncul saat catu tegangan dilepaskan dari coil. Kumparan relai dihubungkan ke catu tegangan positif 12 volt (lingkaran merah) dan Anoda dari SCR. Saat diaktifkan, relai akan menghubung-singkatkan (bypass) antara catu jaringan dengan peralatan listrik yg dilindungi oleh softstarter ini. Tak ada istilah "switching lag" dalam rangkaian ini, karena peralatan selalu terhubung ke jaringan listrik melalui limiter resistor (R4).

5. Limiter

Terdiri dari beberapa resistor daya tinggi (minimal 20 watt) yang dipasang secara parallel. Nilai total dari R4 harus disesuaikan sedemikian rupa agar arus puncak yang melewati resistor ini sesuai dengan tipe dan rating MCB yang Anda pakai di rumah. Bila Anda tidak bisa menemukan resistor dengan nilai tertentu, coba cari resistor dengan nilai yang sedikit lebih besar, kemudian pasang secara parallel agar mendapatkan nilai total yang sesuai. Misalnya : Untuk rumah dengan daya 450 VA yang memakai MCB tipe C (maximum peak current 500%) dengan rating 2A, maka arus puncaknya adalah : 5 x 2A = 10 Ampere. Nilai total resistor R4 = 220volt dibagi 10 Ampere = 22 ohm. Anda bisa memasang 1 buah resistor 22 ohm dengan rating 50 watt (kalau bisa menemukannya), atau bisa juga memasang 2 buah resistor 44 ohm dengan rating 20 watt yg dipasang secara parallel. Bila resistor 44 ohm juga tidak ditemukan, bisa pakai resistor yang nilainya mendekati, misalnya 40 ohm atau 47 ohm. Bisa juga dengan memasang parallel 3 resistor bernilai 67 ohm.

ASSEMBLING & TESTING


daftar komponen

Kali ini kita akan membuat softstarter untuk daya 900 VA (soalnya daya terpasang di rumah saya adalah 900 VA dengan MCB tipe C rating 4A). Untuk rating daya yg lainnya akan menyusul kemudian. Berikut ini daftar komponen yg diperlukan :

* 1 unit Trafo step-down 220 to 12volt (boleh pilih yg CT atau yg non-CT) --> harga kisaran antara Rp 15 rb sampai Rp 45 rb tergantung merk dan rating arusnya (300mA, 500mA, dst)




----- Trafo biasa (atas) VS trafo CT (bawah) bersama dioda & elco -----


* 1 unit dioda Bridge (untuk trafo non CT), atau dua unit power dioda (misal 1N4004, 1N5404) --> harga kisaran untuk dioda bridge antara Rp2000 sampai Rp7000 tergantung kualitas produk dan rating arusnya (1 Ampere, 2 Ampere, dst).
* 1 unit Elco 470 mikroFarad 50 volt (bila tidak ada yg 50v boleh ambil yg 35v) --> harga kisaran antara Rp1000 sampai Rp2500
* 1 unit Elco 220 mikroFarad 16 volt (bisa diganti dengan 270 uF sampai 470 uF) --> harga maksimal Rp 1000
* 1 unit Resistor 100 Kilo ohm 0.5 watt ---> Harga maksimal Rp 500 (seharusnya sih Rp 100 sebiji, tergantung lokasi toko dan kedekatan Anda dengan pemilik toko).
* 1 unit Trimpot 1 Mega ohm (bisa diganti dengan 750 Kilo ohm) --> Harga bervariasi antara Rp 1500 sampai Rp 7000 tergantung kualitas produknya.
* 1 unit Resistor 5600 ohm (5k6) 0.5 watt --> harga maksimal Rp 500
* 1 unit Dioda 1N4148 atau 1N4150 --> harga maksimal Rp 500
* 1 unit SCR/Thyristor tipe TIC106D atau C106 --> harga maksimal Rp 5000 (tipe lain bisa lebih murah atau lebih mahal tergantung rating arusnya)
* 1 unit Relai coil DC 12 volt --> harga Rp 5rb - Rp 165rb tergantung merk dan rating arusnya. Untuk percobaan kali ini saya ambil yang kelas bawah yaitu relai 5 pin 10 Ampere made-in China (merk abal2) seharga Rp 7000 (tapi melihat konstruksinya yg "ala kadarnya" saya jadi meragukan rating arus yang tertera di relai ini). Kalau mau yang benar2 berkualitas, bisa pilih merk Omron versi 5 Ampere seharga Rp25rb made in malaysia atau relay omron 10 Ampere made in japan (tapi harganya relatif mahal).


contoh relay standar


relay OMRON

* 2 unit Resistor 22 ohm 20 watt ---> harga satuannya sekitar Rp 3000 (bisa lebih murah atau lebih mahal tergantung toko tempat Anda membeli). Kalau gak dapet, bisa diganti dengan 4 unit resistor 40 ohm yang dipasang secara parallel. Bisa juga Anda ganti dengan 3 unit resistor 33 ohm 20 watt.



Sebagai tambahan, kita juga perlu komponen2 berikut :

* Switch/saklar rocker dengan built-in indicator lamp --> harga Rp2500 - Rp 7000 tergantung kualitas produknya
* Veroboard (PCB berlubang) --> harga Rp3500 sampai Rp 6000
* Terminal kabel ukuran sedang --> harga Rp 8000
* Mur-baut dan spacer untuk memasang trafo dan komponen (bisa juga pakai hot glue)
* Kabel dan colokan listrik ---> harga bervariasi tergantung ukuran dan panjang kabel. Colokan yang ada Aarde-nya sekitar Rp5000.
* Fuse Plug (soket sekring) model ulir --> harga Rp 2500 - Rp 7000 tergantung kualitas produk
* Fuse 4 Ampere tipe slow --> harga maksimal Rp 1000
* Soket listrik (untuk nyolokin power plug dari PC) ---> harga bervariasi tergantung modelnya. Yang colokannya ada dua harganya sekitar Rp 9rb - Rp 13rb.
* Kotak Adaptor --> bisa pakai bekas stabilizer, atau beli box khusus adaptor di toko elektronik (harganya bervariasi tergantung bahan dan ukurannya, mulai dari Rp 6rb sampai Rp 50rb). Di sini saya pakai box bekas softstarter abal-abal.




Sedangkan untuk pengerjaannya, peralatan berikut ini harus ada :

* Bor dan mata bor untuk membuat lubang sekrup
* Solder 30-40 watt dan timah secukupnya
* Multimeter (untuk mengetes komponen dan rangkaian)
* Gunting kuku dan cutter (untuk memotong kaki komponen)
* Kabel serabut kecil (seperti yg dipakai untuk kipas casing) 
pemasangan komponen

Pemasangan SCR C106D

pemasangan SCR terasa agak sulit bagi yg pemula dalam merangkai rangkaian elektronik, berikut sedikit petunjuk pin-pin yg harus diketahui dan pastikan terkonek sesuai pada rangkaian diatas.



Pemasangan Trimpot 1M

pemasangan trimpot juga sangat penting diperhatikan, pengalaman saat ane bikin softstarter ini padahal dah cek beberpa kali posisi komponen lainnya dari mulai dioda scr dah dibolak balik beberapa kali, koq rangkain gak bekeja2 , eh ternyata pin 3 yg terdapat pada trimpot tsb gak ane konekin sama sekali, dan setelah terkoneksi ke salah satu pin yaitu pin 1 atau 2 .akhirnya work juga 




Hasil akhir punya ane 

biar tambah semangat untuk bikin sendiri yg jauh lebih baik dari pada beli langsung ditoko





inilah model rangkain dead bug style,  jangan dituru ya gan, mending minimal pake pcb yg berlobang or mo lebih rapih ya pake pcb polos yg dilengkapi dengan bor pcb dalam pembuatannya



ni barang yg dah pernah ane bikin langsung dari trit ini dan work 100% ane dah uji pagi, siang, malem, sore Alhamdulillah gak ada lagi masalah jeprat jepret. 
daya yg ane pake di rumah 900VA dengan setting timer 1,97 second, 
beban yg ane pake buat nahan inrush current..

Setting Timer

Mengenai setting timernya, silakan disesuaikan dengan persentase konsumsi daya rangkaian Anda terhadap daya terpasang di rumah, diatur sedemikian rupa sehingga memberi kesempatan bagi MCB untuk "bernapas" dan melepas stressnya. Contohnya :
A. Komputer Anda konsumsi dayanya 220 VA - berarti makan arus 1 ampere, sedangkan MCB ratingnya 4 Ampere, maka MCB tidak terlalu stress (hanya 25% dari kapasitasnya) --> timing bisa dipercepat jadi 1 atau 1,5 detik.
B. Komputer Anda konsumsi dayanya 850 VA - berarti makan arus hampir 4 ampere, sedangkan MCB ratingnya 4 Ampere, maka MCB akan stress berat (hampir 100% dari kapasitasnya) --> timing bisa diperlambat jadi 3 atau 3,5 detik.

Thursday, August 2, 2012

TIPS KERUSAKAN TV, CD/DVD 06

Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : universe 20U250
Gejala : protec,lampu merah kedip 6x
Penyebab : tegangan PLN spanning,C612 100mf/160v melembung mengakibatkan data error
Solusi : ganti ic eeprom 24c08


Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : 29ZF250S
Gejala : gambar cacat vertikal
Penyebab : tegangan 24v ic vertikal drops
Solusi : R501 0,22ohm molor nilainya,ganti R o,22ohm/2w


Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : piccolo
Gejala : gambar mengecil bagian atas dan bawah
Penyebab : resistor antara playback yg menuju ic vertikal putus
Solusi : ganti dengan nilai yg sama,apa bila tidak ada perubahan ganti ic vertikal dengan yg baru
Catatan : cek juga elco yg ada pada bagian vertikal kemungkinan ada yg lemah


Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : 14X20D2
Gejala : setiap 5menit atau lebih mati sendiri/total, jika dimatikan dari switch on/off lalu dihidupkan lagi tv kembali normal.
Penyebab : STR regulator cacat
Solusi : ganti segera dg yang baru dg tipe yg sama.



Perangkat : Monitor
Merek : Samsung
Model : CTG5427L
Gejala : mati total
Penyebab : B+ open
Solusi : ganti R613(100 kohm 1/2w)



Perangkat : Monitor
Merek : Samsung
Model : xxxx1
Gejala : terbakar R pada jalur abl
Penyebab : Flyback bermasalah
Solusi : open ic vertikal mungkin shoot dan membebani flyback


Perangkat : Monitor
Merek : Samsung
Model : 753dfx
Gejala : ganguan layar kadang ndak ada bambar
Penyebab : panas yang berlebihan
Solusi : soldir ulang bagian horizontal


Perangkat : TV
Merek : Samsung
Model : CB 1439Z
Gejala : Regulator SMR40000C selalu putus
Penyebab : Modul Power kontrol rusak..
Solusi : diganti HIS0169B
Catatan : Tips: Supaya lebih awet jauhkan PTC


Perangkat : TV
Merek : Samsung
Model : LCD LA 32A350J1NXXD
Gejala : GAMBAR LAYAR BERGARIS-GARIS VERTIKAL (DARI ATAS KE BAWAH) SEPERTI BENANG, 1 ATAU LEBIH GARISNYA
Penyebab : T-CON RUSAK
Solusi : GANTI LAPISAN PANEL DEPAN DENGAN PANEL YANG SUDAH RUSAK ATAU MATI, KARENA T-CON TERPASANG PERMANEN PADA LAPISAN TERSEBUT BIASANYA MASIH BAGUS.



Perangkat : TV
Merek : Samsung
Model : 29 INCHI
Gejala : GAMBAR BIRU PECAH DAN TIDAK MENYATU
Penyebab : ELCO GEMBUNG DAN RESISTOR PUTUS PADA RANGKAIAN RGB (B)
Solusi : GANTI C 33uF/250V DAN RESISTOR 100K OHM




Perangkat : DVD
Merek : LG
Model : home theater silver
Gejala : tdk mau baca,optik bagus.
Penyebab : motor dinamo macet
Solusi : ganti motor dinamo yang baru dan sejenis.


Perangkat : VCD
Merek : LG
Model : standard
Gejala : tidak mau membaca kaset
Penyebab : optik yang telah lemah
Solusi : ganti optik



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21FB7CG
Gejala : tv tidak bisa hidup lama
Penyebab : tegangan untuk B+ Fly back naik, melebihi 110 Volt
Solusi : resistor yang berhubungan dengan optocoupler berubah nilai yaitu R815 dgn nilai 91 Kohm jadi lebih besar, jadi mempengaruhi kerja optocoupler, ganti sesuai stantdar
Catatan : ganti dengan resistor tahan panas


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Flat 21''
Gejala : Stanby
Penyebab : Tr Hout mati
Solusi : C1200v dekat tr Hout diganti
Catatan : dicek FBT,YOKE semua oke !C 1200volt dekat tr Hout saya cek ternyata short,body tidak pecah trus saya ganti yg nilainya sama tr Hout saya ganti lg trus saya coba tv bisa nyala normal kembali !



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : black pearl
Gejala : gambar melebar ke samping
Penyebab : vertical kerjanya tdk lancar
Solusi : ganti ic vertical

TIPS KERUSAKAN TV, CD/DVD 05

Perangkat : TV
Merek : LG
Model : slim flat
Gejala : mati total
Penyebab : tr hor short
Solusi : ganti capasitor dekat hor nilainya 12n atau 18n dan tr hor 6090




Perangkat : DVD
Merek : LG
Model : DVD 441
Gejala : mati total
Penyebab : Dioda bocor
Solusi : Ganti dioda D 104
Catatan : Kali ini posting pengalaman servis lagi, okelah langsung aja buka casing teliti semuanya secara fisik, nggak ada yang mencurigakan, karena mati total titik pengukuran langsung tertuju pada rangkaian P


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Ultra slim 14 FU7AB
Gejala : ketika pertama kali dinyalakan, lampu led merah menyala sebentar kemudian mati
Penyebab : optocoupler TLP 817 soak
Solusi : ganti optocoupler,ic vertikal,dioda zener,ic program
Catatan : Tv ini ketika pertama kali dinyalakan, lampu led merah menyala sebentar kemudian mati, cek teg B+ 115V keluar sebentar kmd drop, ditemukan optocoupler TLP 817 soak, setelah diganti, led power nyala no



Perangkat : DVD
Merek : LG
Model : DV586
Gejala : No Disc
Penyebab : Mata Optik Kotor
Solusi : Dibersihkan mata optiknya dengan cotton bud



Perangkat : Monitor
Merek : LG


Model : LG505
Gejala : Lampu Standby Nyala tapi monitor tidak nyala
Penyebab : tegangan dari 115v flyback tidak ada
Solusi : Ganti Flyback



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : st1465
Gejala : suara mengecil
Penyebab : IC 2145 rusak
Solusi : ganti IC 2145


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : tc2076rs
Gejala : mati total, ada suara mendesis,flyback bocor
Penyebab : terkena petir,flyback bocor dan rusak
Solusi : ganti flyback


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : alfa gold series
Gejala : mati total,led indikator mati
Penyebab : kerusakan power supply
Solusi : cek elco2,ic 7805 pada bagian regulator


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC 14S10J
Gejala : layar putih dan garis blangking putih
Penyebab : resistor R 374 1ohm/2watt putus akibat dari IC TDA 6107JF short
Solusi : ganti R 374 dan ic TDA 6107JF dengan yg baru


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : tc 2088
Gejala : suara sember
Penyebab : dioda 2301 short
Solusi : ganti D2301


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : 2088 21 INCH
Gejala : POWER ON MATI LAGI
Penyebab : RANKAIN PROTEKTOR RUSAK
Solusi : CEK/GANTI TR Q451(A564) KE RANGKAIN IC AN5607NK PIN 20



Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : minimax
Gejala : tidak bisa start
Penyebab : elco 63V 47mF
Solusi : ganti elco 100V 47mf


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : MX1403M
Gejala : tidak singkron
Penyebab : ic osc sinkronya tidak kerja
Solusi : ganti STV2286


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : mx series
Gejala : gambar kurang lebar ke atas
Penyebab : setting factorry
Solusi : rubah setting factorry V.size


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : mx 20323
Gejala : reg fs7um cepat panas
Penyebab : tegangan turun
Solusi : ganti dengan mosfet k2699


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : mx series
Gejala : lampu indikator berkedip
Penyebab : dropnya tegangan 14 volt
Solusi : ganti elko dan dioda pada jalur 14 volt


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : DM-1485
Gejala : gambar putih polos
Penyebab : gambar dihidupkan putih polos tanpa osd
Solusi : Pertama saya lakukan pengecekan pada semua tegangan mulai dari B+,24V,185V,16V,tegangan 33V,9v pada IC kroma,5v pada IC program

Saturday, July 28, 2012

Sharp.... Power dihidupkan led merah langsung kedip.



KASUS :
  • Sharp dengan TDA9381
  • Colokan listrik kalau dipasang led langsung menyala merah kedip2.

PEMERIKSAAN AWAL  :
  • Coba cek tegangan2 pada suply Vcc normal
  • Cek tegangan SDA/SCL normal
  • Coba open jumper J223....tetap problem

SOLUSI :
  • Ganti ic eeprom (usahakan pakai yang baru kosongan)
  • Lakukan inisialisasi eeprom. Caranya shortkan jumper J122 dan J124 yang biasa digunakan untuk masuk service-mode dengan japitan buaya kecil. hidupkan pesawat dan tunggu beberapa saat sehingga teve akan menayala sendiri. Kemudian lepas jumper japitan buaya
  • Selanjutnya tinggal melakukan re-ajustment geometri dan auto search.

Catatan :
Kerusakan dengan gejala seperti ini mungkin dapat juga disebabkan karena :
  • Jalur SDA/SCL ada yang setengah short.
  • Tuner rusak atau diganti bukan aslinya (pengganti tidak cocok)


***************************

TIPS KERUSAKAN TV, CD/DVD 04

Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21FB3RB
Gejala : standby.
Penyebab : gagal start loading data eeprom diakibatkan data pada IC02 24C04 korup.
Solusi : ganti/flash IC02 24C04 dengan data/ic yang sudah terisi.


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Ultra Slim 21FU2RD
Gejala : mati, transistor horizontal short apabila diganti short lagi.
Penyebab : Capasitor C414 153/2KV berubah nilainya.
Solusi : ganti Capasitor C414 153/2KV dan Q402 2SC6090 dengan yang baru.


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : CD-14D52
Gejala : warna gambar tidak normal, kemerah merahan..
Penyebab : solderan di RGB banyak yang kendor atau retak..
Solusi : setelah RGB di solder ulang semuanya,,, warna kembali normal lagi


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : ultra slim
Gejala : reste horizontal melengkung
Penyebab : capasitor short
Solusi : solusinya dengan menambahkan satu capasitor milar di titik colector C414=.01=10n 2kv dengan 103 2kv,dan ganti juga diode RU 4A dengan yang baru sedangkan TR.Horizontal nya ganti dengan D.1554
Catatan : TV ini menggunakan IC SINGLE LV76211,sedangkan FBT BSC 25 -NO329,TV ini di hidupkan TR.HOR menjadi panas sekali bisa mengakibatkan short nya TR.HOR tsb



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21fu3rl
Gejala : mati total
Penyebab : tiba2 mati, padahal menurut yang punya, tidak ada gejala apa2
Solusi : setelah dicek ternyata saklar s801 tidak berfungsi lagi. diganti dengan switch on-off jenis lain, sedikit memodifikasi. jadi


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21FU3RL
Gejala : mati total,tr horizontal(C6090)sering putus
Penyebab : putus ic pawer suply(W6554A)dan kapasitor keramik pecah(183J2000v)
Solusi : ganti ic pawer suply,tr horizontal dan kapasitor keramik dengan yg baru
Catatan : apabila kapasitor keramik tidak ada yg sama ganti dengan kapasitor mkt ukuran 15n2000v juga bisa



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Pearl black 21FU1RL
Gejala : Tv hidup tp layar blanking biru polos disertai garis2...kata yg punya tv kena petir
Penyebab : Setelah ditelusuri ternyata teg RGB dari chroma LV 76213 short
Solusi : Setelah cek ic vertical dan komponennya ternyata bagus....akhirnya tinjau yoke lepas solderan ujung2nya lalu cek gulungan coilnya satu persatu ternyata lilitan vertcal deflection putus sebelah... Setelah ganti ic chromanya tv jadi normal


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : LG untukjenis flat
Gejala : gambar terkadang keluar kadang tidak
Penyebab : tuner dengan jenis pll rusak
Solusi : ganti tuner dengan catatan sebelum mengganti tuner langkah kita cek dulu teg agcnya,vccnya kalau normal langsung ganti tuner pasti beres


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21 flat
Gejala : gambar bagus suara kadang-kadang hilang kadang-kadang besar
Penyebab : penyebabnya ic lv 6111 n
Solusi : ganti ic lv 6111 n kalau masih belum, masuk kemode servicemenu pada bagian audio diset keposisi mono atau stereo sampai suara muncul selamat mencoba bila ada kerusakan sperti ini,karena kasus ini sering terjadi pada tv lg jenis flat
Catatan : sering terjadi troble untuk audiotv lg flat



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Turbo swing
Gejala : led berkedip redup
Penyebab : capasitor dibagian horizontal short menyebabkan transistornya panas dan ahirnya rusak
Solusi : ganti capasitor dan tr horizontal


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC21FJ50J
Gejala : Timbul garis Horizontal
Penyebab : Retak pada bagian IC vertikal
Solusi : solder ulang bagian vertikal dan mengganti capasitor bag. vertikal


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : tc-2012Rc
Gejala : tidak bisa nyimpan program canel.
Penyebab : salah satu dioda OA90ag ada yang putus/short.
Solusi : cek dari 5 dioda ini salah satu ada yg putus/short.tipe ini susah di dapat di toko.ganti aja pakai bekas radio jadul,tapi ku coba ganti pakai in 4148 bisa.


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : mx series
Gejala : protec,harus menekan tombol power berulang -ulang baru start
Penyebab : elko 10/35v agak short
Solusi : ganti elco 10/35v ato 100/35v


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : tc2088
Gejala : Kontras tidak dapat disetel
Penyebab : resistor ABL 220k lemah/ berubah resistansi
Solusi : ganti R 220K ABL


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC1450
Gejala : TDK ADA SUARA
Penyebab : MUTING INPUT
Solusi : CEK/GANTI Q1112 & Q 1113

TIPS KERUSAKAN TV, CD/DVD 03

Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : flat screen
Gejala : matot
Penyebab : power supply + tr hor-out rusak
Solusi : ganti komponen power supply dan tr hor-out



Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : ADVANTE V-Slim
Gejala : Mati Total
Penyebab : Tegangan B+ drops
Solusi : Ganti Flyback BSC25-T1010A
Catatan : tes open R ke FBT dan Open Colektor TR HOT




Perangkat : DVD
Merek : China Brand
Model : GMC 168 f
Gejala : no disk
Penyebab : Motor pemutar disk macet
Solusi : Ganti motor pemutar disk dan R (puse) yang berhubungan dengan ic servo dan motor jika diukur dengan AVO meter out dari ic servo tiadak ada hambatan




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : mayaka R 29 MM 12
Gejala : Dilayar tampil gambar gembok (ngelock/terkunci)
Penyebab : karena kesalahan ngeset kode merk tv pada remote universal
Solusi : pake remote aslix dan cari tombol display selanjutx tekan tombol display tersebut sampai logo gembok yg terkunci itu hilang pada layar tv tersebut




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : vitron14
Gejala : hidup gambar gak penuh atas bawah kiri dan kanan
Penyebab : ada yang rusak pada power suplay vr 202 terukur 7,5k
Solusi : saya ganti pake 222 alhamdulillah beres.


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : 21diva
Gejala : On sebentar (tampil logo) trus st-by,(protec)
Penyebab : elco rusak
Solusi : Letak protec pin 62 IC HBT-00-02G, teg pd protec hanya sekitar 2v, kondisi normal harusnya sekitar 5v. Ganti c402 1mf/50v dr pin 3 IC vertikal An 5522.


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : minimax
Gejala : protect
Penyebab : tidak adanya vcc dari ic vertical
Solusi : solder ulang dahulu bila tidak bisa ganti dengan yang baru


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : MX 5203R
Gejala : selalu standby
Penyebab : c402 nilai 50v1uf kering.
Solusi : ganti elko tersebut dg yg baru/normal.


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : 1433 dan seumurnya
Gejala : gambar kaya gergaji
Penyebab : 1,160V.4,7.160V.2.2,160V
Solusi : dicari vertical ndak ada ternyata elco di trafo horisontal diganti okei bagus.
Catatan : makin tua makin banyk masalah


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : mx5202
Gejala : selalu kembali ke posisi standby
Penyebab : keringnya elco dekat ic vertikal c402 ukuran 1mf 50v
Solusi : ganti elco dengan ukuran yang sama


Perangkat : DVD
Merek : Polytron
Model : all product
Gejala : un disc
Penyebab : tidak terbaca nya informasi disc oleh optic
Solusi : bersihkan saja optik secara hati hati,atau ganti optik dan cek mekanik perangkat pembaca disc



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC1450
Gejala : BLANGKING & PROTEK
Penyebab : VIDEO QUT TDK ADA
Solusi : GANTI IC AN5600



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC20T8
Gejala : MATI TOTAL
Penyebab : REGULATOR TAK KERJA
Solusi : GANTI Q801 DAN Q804 C4804/A1215



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : t20m88
Gejala : raster polos,blawur,OSD ada tapi tdk jelas,tdk fokus.suara ada.
Penyebab : tegangan fokus tidak normal
Solusi : stel kmbali trimpot fokus FBT,lepas dan cek soket CRT,ukur resistansi pin gnd CRT thd pin lainnya,posisi ohm meter x10k,jika jarum bergerak sdikit saja,sebaiknya ganti soket.


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : 21 Inch
Gejala : Pertama dihidupkan Gambar Buram (tdk Focus).Setelah +/- 5 menit, gambar berangsur normal
Penyebab : Socket tabung korosi ( Kotor )
Solusi : Ganti Socket Tabung



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : mc691wj
Gejala : gambar redup dan terang bergantian
Penyebab : ground rgb bermasalah
Solusi : solder ulang kabel ground


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC14V11
Gejala : B+ tinggi jadi 110V, normal 90V,protek kerja
Penyebab : R832 (5k6) terbakar, R837 (1K) putus
Solusi : Ganti R832 dan R837



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21FX4AG-TH
Gejala : tdk ada gambar/pictur tapi suara normal
Penyebab : tegangan G2 short atau 0V
Solusi : tahan ujung obeng di dekat pin G2 CRT sekitar 05cm jaraknya Dimana obeng terhubung dengan ground CRT kemudian nyalakan tv sebentar status soket CRT terlepas dari CRT kemudian pasang kembali soket CRT



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : plasma
Gejala : gambar melipat ketengah
Penyebab : karena dropnya tegangan pada autput tegangan pada ic vertikal yang di sebabkan dioda shot atau resistor mayi maksimal tegangan harus 26v kalau kurang dari 26v maka gambar akan melipat
Solusi : ganti dioda yang berhubungan dengan input ic vertikal dan cek juga resistornya
Catatan : bisa juga karena flyback shot


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Chassis MC-059D
Gejala : Suara bagus, gambar redup/gelap
Penyebab : Dioda D902 di PCB CRT pecah
Solusi : dicari data skema nya dan D902 adalah 1N4148



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Flat Slim
Gejala : Mati total dg ada bunyi derit
Penyebab : Block Hor output Short
Solusi : Periksa tr horisontal C6090, ganti baru klo tr hor itu short..dan bila stlh dipasang yg baru tr hor shrt lagi, periksa capacitor wide yg mengeblok colector tr hor dg ground/emitor,biasanya nilai cap sdh turun dari yg tertera di body cap itu.

Friday, July 27, 2012

TIPS KERUSAKAN TV, CD/DVD 02

Perangkat : DVD
Merek : China Brand
Model : VITRON DM-301
Gejala : stanby terus
Penyebab : tegangan 5v turun krna kerusakan kapasitor 470/16
Solusi : ganti elco untuk penyearah 5v


Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : advance
Gejala : mati total/ LISTRIK njegleg jika dinyalakan.
Penyebab : tr power suply short.
Solusi : ganti tr
Catatan : jika tidak nyala juga,, cek photocouple dan tr drivernya




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : fujitec
Gejala : ada suara tak ada gambar.
Penyebab : trafo horizontal driver bag. primer putus
Solusi : ganti trafo driver



Perangkat : Radio
Merek : China Brand
Model : radio standard
Gejala : suara kresek2 ato kasar apabila putar gelombang
Penyebab : potensio kotor atau aus
Solusi : lumuri dgn minyak goreng atau ganti dgn yg baru





Perangkat : Monitor
Merek : China Brand
Model : 14 inc
Gejala : gambar buram
Penyebab : soket crt karatan
Solusi : ganti soket dgn yg baru



Perangkat : DVD
Merek : China Brand
Model : merk china
Gejala : no disc
Penyebab : optik kotor
Solusi : bersihkan dgn cotton bud dan stel dudukan optik




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : digimedia
Gejala : layar cuma terbuka sekitar 5cm
Penyebab : lama pemakaian
Solusi : ganti elko 25v.1000uf dan solder ulang bagian vertikal termasuk ic vertikal


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC 1612R
Gejala : mati total ada bunyi ddesis
Penyebab : tegangan 24v short
Solusi : ganti ic vertikal AN 5521


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC 2110BC
Gejala : gambar hitam,suara normal
Penyebab : elco 220u/160v kering/bocor
Solusi : ganti elco 220u/160v

Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : lupa boss
Gejala : mati total, suara berdenyit2
Penyebab : zener56v short
Solusi : ganti zener dan masalah teratasi
Catatan : hati chasise nyetrum


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC.21RY21J
Gejala : 1.sinyal gambar lemah mirip gejala kerusakan agc.2.gambar agak sempit atas & bawah
Penyebab : ic 851 teg output 5v berkurang
Solusi : ganti R889 3.3ohm



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : Goldseris
Gejala : Tv tidakbisa start tegangan melunjak tinggi
Penyebab : Elko 47uf/50v pada rangkaian smps kering ganti kedua duanya
Solusi : Cek tegangan b+ dan zener cek kedua elko 47uf/50v pada bagian primer smps cek juga elko pada bagian sekunder smps
Catatan : Cek rangkaian bost up


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : ms14500
Gejala : mati total
Penyebab : power suply mati
Solusi : ganti ic tda8380A


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : tda 8362
Gejala : vertical tidak bekerja,flyback mengeluarkan bunyi berderik,kerusakan seperti tidak ada teg 12v dari flayback
Penyebab : capacitor pada pin 52 ic tda8362 bocor
Solusi : ganti


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : semi datar
Gejala : gambar gelap meskipun sceens dirubah
Penyebab : kerusakan pada induktor
Solusi : ganti flyback


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : series mx 1452g
Gejala : TV HANYA KADANG KADANG MAU START DAN SULIT UNTUK MENYALA.
Penyebab : cacad produksi, karena c 507 terlalu kecil dan cepat kering
Solusi : .GANTI C507 : 10/50 DENGAN 47/100V


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : minimax MX5203X
Gejala : STANDBY
Penyebab : CONDENSATOR BOCOR
Solusi : GANTI CONDENSATOR C4021nf/50volt,
previous home
Copyright © 13 Januari 2012 - 16 Juni 2014 phs tracent. All Rights Reserved.
Template by : phs tracent. Contact us: Click Here